Sunday, January 15, 2017

Pelatihan Pengolahan Kepayang (1)

Biji buah kepayang yang telah dikeringkan

MINYAK KEPAYANG DAPAT MENINGKATKAN KECERDASAN OTAK MANUSIA, KARENA MENGANDUNG OMEGA 3 DAN 6 (Dr. Ir. Bayu Kanetro, MP)

Begitulah salah satu kata pembuka yang disampaikan Pak Bayu seorang ahli pengolahan hasil pertanian dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta saat menjadi narasumber/fasilitator dalam pelatihan pengolahan minyak kepayang di Merangin Jambi.
Pohon kepayang (Pangidum edule) merupakan pohon bagi konservasi tanah dan air yang banyak tersebar di wilayah Sumatra khususnya di daerah Jambi. Pohon kepayang berbuah lebat pada musimnya. Biji buah kepayang telah dimanfaatkan oleh masyarakat secara tradisional/turun temurun sebagai bumbu masak (kluwek), obat tradisional dan minyak goreng. Biji buah kepayang mengandung minyak sekitar 24 g per 100 g bahan (Anonim, 2016) dengan komposisi asam lemak sebagian besar terdiri dari asam lemak tidak jenuh (ALTJ) yaitu asam oleat 38,4%; asam linoleat 42,2%; dan asam linolenat 3,97% (Cakrawati, 2006).

Kandungan ALTJ yang tinggi dari biji buah kepayang merupakan keunggulan minyak kepayang dibandingkan minyak goreng lainya, karena ALTJ merupakan asam lemak esensial yang tidak bisa disintesis oleh tubuh sehingga untuk mencukupi kebutuhan tubuh harus mendapat asupan dari luar. ALTJ juga bermanfaat untuk mencegah atherolschlerosis (penyumbatan pembuluh darah) dan  penyakit jantung koroner. Potensi keunggulan minyak kepayang perlu dijelaskan ke masyarakat sehingga timbul kesadaran dari masyarakat untuk melestarikan tanaman kepayang dan memanfatkannya untuk produksi minyak secara komersial. Pemanfaatan biji kepayang harus diikuti dengan upaya pemanfaatan tanaman kepayang secara keseluruhan, misalnya buah dan kulit biji menjadi hasil samping pengolahan minyak kepayang yang memiliki  nilai ekonomi.

Kandungan ALTJ yang tinggi menjadikan minyak cepat mengalami ketengikan (rancid) yang ditandai tingginya kadar asam lemak bebas dan kadar peroksida, sehingga perlu cara pengolahan yang tepat dan sanitasi yang baik agar dihasilkan minyak kepayang sesuai standar perdagangan. Cara tradisional untuk memperoleh minyak dari buah kepayang adalah dengan merebus biji buah matang selama 2-3 jam kemudian dikupas, merendam  isi bijidan dikeringkan sampai minyaknya keluar kemudian dikempa dengan papan (Mahandari dkk., 2011).  Proses pengolahan secara tradisional tersebut belum memperhatikan aspek  rendemen, dan kualitas serta sanitasi sehingga produk yang dihasilkan belum bisa efisien dan belum bisa memenuhi standar perdagangan, misalnya Standar Nasional Indonesia (SNI). Menurut SNI, Standar Mutu Minyak Goreng Berdasarkan SNI - 3741- 1995  maksimal kadar air 0,3 %, kadar asam lemak bebas 0,3 %, dan kadar peroksida 2 mg ek/kg (Anonim, 2006). Standar kadar air, kadar asam lemak bebas dan kadar peroksida tersebut sebaiknya dipenuhi oleh industri pembuatan minyak kepayang agar produk lebih awet dan tidak mudah mengalami ketengikan. Pemahaman kepada masyarakat tentang standar mutu minyak goreng perlu dilaksanakan untukmeningatkan kualitasnya.

Mayarakat pembuat minyak kepayang perlu dipahami pentingnya cara produksi yang baik dan efisien serta ramah lingkungan. Berdasarkan penelitian telah diketahui berbagai metode pembuatan minyak kepayang. Pengetahuan ini akan diberikan kepada masyarakat selanjutnya masyarakat diberi kesempatan untuk menentukan metode terbaik berdasarkan rendemen dan mutu minyak dari hasil perhitungan dan analisis kimia. Produk minyak kepayang dari kelompok masyarakat untuk bisa dipasarkan perlu mendapatkan ijin dari Dinas Kesehatan Kabupaten setempat. Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi adalah kelompok masyarakat pengolah kepayang harsu memahami dan menertapkan cara pembuatan produk pangan yang baik khususnya sanitasi. Oleh karenanya kegiatan pelatihan pembuatan minyak kepayang selain memberikan pemahaman potensi, berbagai metode dan standar mutu minyak minyak kepayang, juga memberikan pemahahan ke masyarakat tentang cara produksi yang baik khususnya aspek sanitasi sesuai Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia No. 75/M-IND/PER/7/2010 tentang Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) atau Good Manufacturing Practices (GMP).

Atas dasar tersebut, Konsorsium IPHD Merangin Jambi yang terdiri dari Yayasan Satunama Lembaga Arupa Gerakan Masyarakat Cinta Desa (G-cinDe) dan Universitas Mercu Buana Yogyakarta dengan dukungan dari MCA - Indonesia menyelenggarakan pelatihan di lima Desa antara lain Durian Rambun, Lubuk Birah, Lubuk Beringin, Tiaro, dan Birun. Lima desa tersebut berada di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Lima Desa tersebut pada tahun 2011 dan 2012 telah mendapatkan SK Hutan Desa dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta SK Hutan Adat dari Bupati Merangin. 

Pelatihan ini diselenggarakan pada tanggal 5-9 Januari 2017 dengan menghadirkan narasumber Ketua LPPM Universitas Mercu Buana Yogyakarta: Dr. Ir. Bayu Kanetro, MP. Peserta pelatihan sebanyak 250 orang dari 5 Desa tersebut di atas. Dalam pelatihan ini, ada dua hal penting yang dijadikan materi untuk disampaikan kepada peserta antara lain: 
  1. Pelatihan Good Manufacturing Practice (GMP), dan potensi/manfaat tanaman kepayang; 
  2. Pelatihan keunggulan dan pengolahan biji kepayang menjadi minyak goreng.

Hasil dari pelatihan ini antara lain sebagai berikut:
  1. Masyarakat memahami manfaat semua bagian tanaman kepayang
  2. Masyarakat memahami keunggulan minyak kepayang dibandingkan minyak sayur/nabati lainnya.
  3. Masyarakat bisa menghitung  rendemen,  dan mengevaluasi mutu produk pengolahan biji kepayang menjadi minyak metode/cara tradisional dan metode lainnya.
  4. Masyarakat mampu menentukan metode pembuatan minyak kepayang yang terbaik berdasarkan pertimbangan rendemen, mutu dan aspek ramah lingkungan.
  5. Masyarakat mengetahui adanya permasalahan dalam pembuatan minyak secara tradisional dan memahami cara pemecahan masalahnya 
  6. Masyarakat memahami pentingnya sanitasi dalam pengolahan biji kepayang menjadi minyak kepayang untuk melindungi pekerja dan menghasilkan produk sesuai standar mutu.
  7. Masyarakat memahami keterkaitan sanitasi dengan ijin pemasaran produk dari dinas kesehatan kabupaten setempat.

Thursday, January 12, 2017

Koordinasi Rutin Konsorsium

Para peserta koordinasi konsorsium tahap 2

Kegiatan ini dilaksanakan pada 14-15 November 2016 bertempat di Hotel Royal, Bangko. Koordinasi konsorsium ini merupakan yang kedua kalinya diadakan. Dihadiri oleh pimpinan lembaga anggota konsorsium dan struktur manajemen proyek, 8 perempuan dan 11 laki-laki. Hasil dari rapat ini antara lain sebagai berikut:
(1) Disepakatinya mekanisme koordinasi antar struktur
(2) Disepakatinya mekanisme pelaporan kegiatan dari pendamping desa ke program manager
(3) Disepakatinya standarisasi biaya di lapangan (konsumsi dan transport)
(4) Penyusunan workplan November - Desember 2016

Friday, December 30, 2016

Kelompok Pengelola Kepayang (KPK)

Biji kepayang dalam polibag sudah mulai tumbuh

Penguatan Kelompok Pengelola Kepayang (KPK) di lakukan dalam tiga tahap kegiatan. Kegiatan pertama dilakukan pada bulan September 2016 di lima desa. Pada kegiatan pertama tersebut, kami bersama masyarakat melakukan rapat pembentukan KPK beserta kepengurusannya. Hasil dari kegiatan tersebut yaitu terbentuk KPK di lima desa dengan struktur kepengurusan. Sebagai tindaklanjut dari kegiatan tersebut, maka dilakukan pertemuan KPK ke dua pada bulan September dan Oktober, serta dilakukan pertemuan KPK ketiga pada bulan November dan Desember.
Pada pertemuan KPK tahap kedua dihadiri oleh pengurus dan anggota KPK. Secara kuantitatif, rata-rata prosentase peserta perempuan dalam pertemuan tersebut sebesar 42 %. Hasil dari pertemuan KPK tahap dua adalah sebagai berikut:
  1. Tersusunnya program kerja KPK di lima desa
  2. Tersusunya databased kepayang seperti jumlah pohon, nama pemilik, persebaran pohon, dan potensi buah kepayang.

Pada pertemuan KPK tahap ketiga dihadiri oleh pengurus dan anggota KPK. Secara kuantitatif, rata-rata prosentase peserta perempuan dalam pertemuan tersebut sebesar 35 %. Prosentase ini menurun karena pada saat yang sama ada kegiatan posyandu yang menyita beberapa peserta perempuan sehingga diganti oleh peserta laki-laki. Hasil dari pertemuan KPK tahap dua adalah sebagai berikut:
  1. Ditetapkannya lahan desa untuk pembibitan pohon kepayang dan jenis bibit yang lain;
  2. Adanya daftar kebutuhan alat-alat dan perlengkapan persiapan pengolahan minyak kepayang.

Wednesday, December 14, 2016

Dibutuhkan Tenaga Ahli Pemetaan menggunakan Drone

Konsorsium Institusionalisasi Pengelolaan Hutan Desa (IPHD) Merangin adalah Konsorsium yang terdiri dari Yayasan SATUNAMA, ARuPA, G-cinDe, dan Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Konsorsium ini difasilitasi oleh KEHATI dengan dukungan Pendanaan dari MCA Indonesia dan MCC Amerika. Tahun 2016-2017, Konsorsium ini bekerja di 5 desa di Kabupaten Merangin Provinsi Jambi untuk mendorong pelembagaan pengelolaan hutan desa dan hutan adat di sana.

Salah satu kegiatan dalam project yang dilakukan di Meragin adalah Pemetaan kawasan hutan menggunakan drone dan Penyusunan zonasi kawasan hutan desa dan adat. Oleh karena itu, dengan ini kami mengumumkan iklan sebagai berikut :

DIBUTUHKAN TENAGA AHLI PEMETAAN DRONE

Penawaran diharapkan dapat kami terima antara tanggal 15 Desember 2016 - 15 Januari 2017.

Adapun Spesifikasi Tenaga Ahli yang kami butuhkan yaitu:
1. Memiliki keahlian dan kapasitas dalam melakukan pemetaan menggunakan drone.
2. Pernah melakukan pemetaan di kawasan hutan.
3. Tim pernah bekerja di wilayah hutan kabupaten Merangin atau menguasai persoalan perhutanan sosial di Kabupaten Merangin
4. Tim familiar dengan kondisi geografis wilayah 5 desa di Kecamatan Muara Siau dan Pangkalan Jambu
5. Sanggup bekerja dalam waktu kontrak kerja yang singkat.


Penawaran dapat dikirimkan ke email arsih@satunama.org

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

Suharsih 085729746458
Eko ‘Buce’ Waskito 08127495439
Jl. Prof HM Yasin, SH Rt 14 Rw 07. No. 49 Lingkar Sungai Belisih-Waskita Karya, Kec Bangko, Kab Merangin, Jambi.


Profil Lembaga

MCA-Indonesia (Millennium Challenge Account - Indonesia) adalah kerjasama Pemerintah Indonesia dengan Millennium Challenge Corporation Amerika Serikat. MCA-Indonesia bertujuan untuk menanggulangi kemiskinan di Indonesia melalui pembangunan ekonomi berkelanjutan. www.mca-indonesia.go.id

Yayasan Satunama adalah sebuah organisasi Nirlaba didirikan tahun 1998 berkedudukan di Yogyakarta. Yayasan ini berfokus pada kerja pelayanan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan terhadap masyarakat marginal. www.satunama.org

Gerakan Cinta Desa atau sering disingkat G-cinDe adalah NGO di Jambi yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat dan memperkuat hak-hak lokal dalam pengelolaan sumber daya alam.

ARuPA (Aliansi Relawan untuk Penyelamatan Alam), LSM yang berkedudukan di Yogyakarta, didirikan tahun 1998 oleh mahasiswa dan alumni fakultas kehutanan UGM. Memiliki pengalaman dalam pengorganisasian masyarakat desa hutan dan advokasi kebijakan kehutanan. www.arupa.or.id

Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta memiliki kapasitas keilmuan dalam pembudidayaan dan pengelohan hasil pertanian. Berpengalaman dalam peningkatan kapasitas masyarakat agraris pedesaan. www.mercubuana-yogya.ac.id

Monday, December 12, 2016

Dibutuhkan Tenaga Ahli Pelatihan Pemetaan Kawasan Hutan Menggunakan Drone

Konsorsium Institusionalisasi Pengelolaan Hutan Desa (IPHD) Merangin adalah Konsorsium yang terdiri dari Yayasan SATUNAMA, ARuPA, G-cinDe, dan Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Konsorsium ini difasilitasi oleh KEHATI dengan dukungan Pendanaan dari MCA Indonesia dan MCC Amerika. Tahun 2016-2017, Konsorsium ini bekerja di 5 desa di Kabupaten Merangin Provinsi Jambi untuk mendorong pelembagaan pengelolaan hutan desa dan hutan adat di sana.

Salah satu kegiatan dalam project yang dilakukan di Meragin adalah Pelatihan Pemetaan kawasan hutan menggunakan drone. Oleh karena itu, dengan ini kami mengumumkan iklan sebagai berikut :

DIBUTUHKAN TENAGA AHLI PELATIHAN PEMETAAN KAWASAN HUTAN MENGGUNAKAN DRONE

Penawaran diharapkan dapat kami terima antara tanggal 15 Desember 2016 - 15 Januari 2017.

Adapun Spesifikasi Tenaga Ahli yang kami butuhkan yaitu:
1. Memiliki keahlian dan kapasitas dalam melakukan pemetaan menggunakan drone.
2. Pernah melakukan pemetaan di kawasan hutan.
3. Tim pernah bekerja di wilayah hutan kabupaten Merangin atau menguasai persoalan perhutanan sosial di Kabupaten Merangin
4. Tim familiar dengan kondisi geografis wilayah 5 desa di Kecamatan Muara Siau dan Pangkalan Jambu
5. Sanggup bekerja dalam waktu kontrak kerja yang singkat.


Penawaran dapat dikirimkan ke email arsih@satunama.org

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

Suharsih 085729746458
Eko ‘Buce’ Waskito 08127495439
Jl. Prof HM Yasin, SH Rt 14 Rw 07. No. 49 Lingkar Sungai Belisih-Waskita Karya, Kec Bangko, Kab Merangin, Jambi.


Profil Lembaga

MCA-Indonesia (Millennium Challenge Account - Indonesia) adalah kerjasama Pemerintah Indonesia dengan Millennium Challenge Corporation Amerika Serikat. MCA-Indonesia bertujuan untuk menanggulangi kemiskinan di Indonesia melalui pembangunan ekonomi berkelanjutan. www.mca-indonesia.go.id

Yayasan Satunama adalah sebuah organisasi Nirlaba didirikan tahun 1998 berkedudukan di Yogyakarta. Yayasan ini berfokus pada kerja pelayanan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan terhadap masyarakat marginal. www.satunama.org

Gerakan Cinta Desa atau sering disingkat G-cinDe adalah NGO di Jambi yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat dan memperkuat hak-hak lokal dalam pengelolaan sumber daya alam.

ARuPA (Aliansi Relawan untuk Penyelamatan Alam), LSM yang berkedudukan di Yogyakarta, didirikan tahun 1998 oleh mahasiswa dan alumni fakultas kehutanan UGM. Memiliki pengalaman dalam pengorganisasian masyarakat desa hutan dan advokasi kebijakan kehutanan. www.arupa.or.id

Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta memiliki kapasitas keilmuan dalam pembudidayaan dan pengelohan hasil pertanian. Berpengalaman dalam peningkatan kapasitas masyarakat agraris pedesaan. www.mercubuana-yogya.ac.id

Saturday, December 10, 2016

Dibutuhkan Vendor Pengadaan Pesawat Drone

Konsorsium Institusionalisasi Pengelolaan Hutan Desa (IPHD) Merangin adalah Konsorsium yang terdiri dari Yayasan SATUNAMA, ARuPA, G-cinDe, dan Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Konsorsium ini difasilitasi oleh KEHATI dengan dukungan Pendanaan dari MCA Indonesia dan MCC Amerika. Tahun 2016-2017, Konsorsium ini bekerja di 5 desa di Kabupaten Merangin Provinsi Jambi untuk mendorong pelembagaan pengelolaan hutan desa dan hutan adat di sana.

Salah satu kegiatan dalam project yang dilakukan di Meragin adalah Pemetaan kawasan hutan desa dan hutan adat menggunakan drone. Oleh karena itu, dengan ini kami mengumumkan iklan sebagai berikut :

DIBUTUHKAN VENDOR PENGADAAN PESAWAT DRONE

Spesifikasi Pesawat Drone yang dimaksud yaitu:
Pengadaan pesawat sejumlah 2 buah
Akan digunakan untuk melakukan pemetaan hutan desa dan hutan adat kurang lebih seluas 15.000 hektar
Penawaran diharapkan dapat kami terima antara tanggal 15 Desember 2016 - 15 Januari 2017.

Penawaran dapat dikirimkan ke email arsih@satunama.org

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

Suharsih 085729746458
Eko ‘Buce’ Waskito 08127495439
Jl. Prof HM Yasin, SH Rt 14 Rw 07. No. 49 Lingkar Sungai Belisih-Waskita Karya, Kec Bangko, Kab Merangin, Jambi.


Profil Lembaga

MCA-Indonesia (Millennium Challenge Account - Indonesia) adalah kerjasama Pemerintah Indonesia dengan Millennium Challenge Corporation Amerika Serikat. MCA-Indonesia bertujuan untuk menanggulangi kemiskinan di Indonesia melalui pembangunan ekonomi berkelanjutan. www.mca-indonesia.go.id

Yayasan Satunama adalah sebuah organisasi Nirlaba didirikan tahun 1998 berkedudukan di Yogyakarta. Yayasan ini berfokus pada kerja pelayanan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan terhadap masyarakat marginal. www.satunama.org

Gerakan Cinta Desa atau sering disingkat G-cinDe adalah NGO di Jambi yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat dan memperkuat hak-hak lokal dalam pengelolaan sumber daya alam.

ARuPA (Aliansi Relawan untuk Penyelamatan Alam), LSM yang berkedudukan di Yogyakarta, didirikan tahun 1998 oleh mahasiswa dan alumni fakultas kehutanan UGM. Memiliki pengalaman dalam pengorganisasian masyarakat desa hutan dan advokasi kebijakan kehutanan. www.arupa.or.id

Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta memiliki kapasitas keilmuan dalam pembudidayaan dan pengelohan hasil pertanian. Berpengalaman dalam peningkatan kapasitas masyarakat agraris pedesaan. www.mercubuana-yogya.ac.id

Saturday, December 3, 2016

Penyusunan RPJMDes

Kegiatan Asistensi Penyusunan RPJMDes Desa Lubuk Birah

Asistensi RPJMDes dilakukan sebagai tindak lanjut dari pelatihan perencanaan pembangunan desa. Asistensi dilakukan kepada perangkat desa dan Tim Perumus RPJMDes masing-masing desa. Asistensi dilakukan oleh Pendamping Desa dari Konsorsium sejak 26 November 2016 sampai dengan 2 Desember 2016. Asistensi dilakukan dengan dua cara, yaitu rapat dengan Tim Penyusun RPJMDes desa dan membuka konsultasi RPJMDes di Kantor Konsorsium sehingga Kepala Desa dan masyarakat dapat datang kapan saja dan mengkonsultasikan draft RPJMDes desanya.
Hasil yang dicapai dari asistensi RPJMDes antara lain:
(1) Masuknya program pengelolaan hutan desa dalam RPJMDes masing-masing desa;
(2) Masuknya program pemberdayaan perempuan ke dalam RPJMDes;
(3) Tersusunnya RPJMDes secara partisipatif.